BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Data merupakan sumberdaya
perusahaan, yang kebanyakan disimpan secara elektronik. Manajemen data yang
baik menjadi kunci ketercapaian sasaran-sasaran bisnis.Secara internal data
perusahaan akan dishare dan digunakan bersama. Data tidak dimiliki oleh
individu atau unit organisasi tertentu, tetapi oleh organisasi seutuhnya. Data
harus dikelola selayaknya aset perusahaan yang lain.
Sistem manajemen data base
mengorganisasikan volume data dalam jumlah yang besar digunakan oleh perusahaan
dalam transaksi – transaksinya sehari – hari. Data harus diorganisasikan
sehingga para manajer dapat menemukan data tertentu dengan mudah dan cepat
dalam pengambilan keputusan. Meningkatnya arti penting data base sebagai sumber
daya yang mendukung pengambilan keputusan telah menghruskan para manajer
mempelajari lebih jauh perancangan dan penggunaan data base. Untuk itu perlu
dilakuan manajemen data base, yang terdiri dari proses pengumpulan, integritas
pengujian, penyimpanan data, keamanan, pemeliharaan, pengorganisasian data,
serta pengambilan data yang di butuhkan perusahaan dalam pengambilan keputusan.
Google Glass adalah komputer bisa
pakai yang sedang dikembangkan oleh Google melalui proyek riset dan
pengembangan Project Glass Perangkat ini menampilkan informasi dalam format
bergaya telepon pintar, yang bisa terhubung ke Internet melalui perintah suara
bahasa alami.
Rumusan
Masalah
1. Apa definisi
Google Glass?
2. Apa saja keunggulan kelemahan Google Glass?
3. Bagaimana cara
menggunakan Google Glass?
4. Apa saja fitur-fitur Google Glass?
Tujuan
Makalah
1. Agar pembaca
mengetahui apa itu Google Glass
2. Agar pembaca
memahami cara menggunakan fitur-fitur Google Glass
BAB II
PEMBAHASAN
Definisi Google Glass
Sebelumnya
orang tidak tahu apa itu google glass? Dan akhirnya google menciptakan sebuah
teknologi kacamata pintarnya yang diberi nama google glass. Ini bukan hanya
kacamata biasa, melainkan ini adalah kacamata pintar yang mempunyai fungsi sama
persis seperti smartphone pada umumnya. Saat ini goggle glass ini terus
dikembangkan yang memperlihatkan kecanggihan teknologi ini bisa selaras dengan
kehidupan manusia sehari – hari. Mungkin dengan kemunculan ini, mungkin ada
teknologi ini yang mirip dengan mempunyai kecanggihan yang lebih canggih.
Google glass ini akan di produksi secara massal yang tentunya memiliki harga
yang lebih terjangkau.
Kaca Mata
Google adalah komputer yang dpt dipakai dengan head-mounted display (HMD) yang
sedang dikembangkan oleh Google. Kacamata Google ini menampilkan informasi
dalam format smartphone seperti hands-free, yang dapat berinteraksi dengan
Internet melalui perintah suara dengan bahasa alami.
Keunggulan Google Glass
Google, tengah gencar
mengkampanyekan produk teranyar, yaitu kacamata pintar bernama Google Glass.
Kacamata pintar berfitur Internet dan kamera itu muncul saat publik tengah
gandrung dengan produk-produk elektronik yang praktis, yang bisa mereka gunakan
kapan saja.
Seorang dari tim pencipta Google
Glass, Babak Parviz, mengungkapkan alasan kenapa perusahaannya mau bersusah
payah mengembangkan perangkat wearable itu. Seperti dilansir Venturebeat,
Selasa 27 Agustus 2013, Parvis mengungkapkan Google Glass diciptakan untuk
menjadi platform besar komunikasi dan komputasi di masa mendatang.
Dia berbagi pengalaman sudah saat
pertama kali mengembangkan prototipe Google Glass. Prototipe pertama tidak
begitu memuaskan. Problemnya yakni soal bobot perangkat. Saat itu Google Glass
memerlukan bobot sampai 3.350 gram sampai 7,4 pon. Padahal untuk smartphone
saja bobotnya hanya 135 gram.
"Kenyamanan sangat penting,
karena kami ingin orang memakai Google Glass sepanjang hari," jelas Parviz
di hadapan konferensi insinyur Hot Chips di Universitas Stanford.
Dia melanjutkan Google Glass
menawarkan pengalaman komunikasi yang lebih maju dibandingkan perangkat mobile
lain. Misalnya Google Glass memungkinkan untuk transfer data melalui Bluetooth
dan WiFi dalam keadaan dipakai. Misinya yakni bagaimana memberikan informasi
yang cepat kepada pengguna.
"Seperti halnya saya berbicara
dengan Anda, maka secepat itu saya bisa mengakses komputer," kata dia.
Soal kecepatan akses, Google Glass diklaim lebih sigap dibandingkan menekan
tombol pada smartphone. Google Glass menjalankan perintah hanya dengan
sentuhan dan perintah suara.
Keunggulan lain, Google Glass
memberikan pengalaman yang mendalam soal kedekatan layar, hanya di depan mata.
Kondisi itu membuat pengguna lebih ‘tenggelam’ dalam lingkungan komputasi.
Google Glass juga menyesuaikan perkembangan teknologi resolusi dalam kamera smartphone,
yang hari ini mencapai resolusi 16 MP.
Google Glass dalam waktu dekat akan
dirilis ke sejumlah pihak, guna melihat sejauh mana pengalaman komputasi
berjalan. Terkait dengan inovasi selanjutnya dari pengembangan Google Glass,
Parvis menginginkan teknologi pada Google Glass bisa tidak tampak.
Maksudnya, agar membuat pengguna
tidak merasa terganggu. Dia merujuk pada pengembangan sistem sensor gerak
tubuh, Kinect yang dibesut Microsoft.
Untuk mencapai ke sana, Parvis
mengakui butuh kemajuan teknologi di tingkat optik, foto, pengalihan energi,
daya komputasi sampai desain daya yang sangat rendah. Kebutuhan itu untuk
menekan panas perangkat sehingga memaksimalkan penggunaaan.
Untuk tahap pertama, Google Glass
dibanderol US$ 1500 atau setara Rp 16,2 juta. Kemudian, secara bertahap, harga
akan turun. Google Glass memiliki prosesor dual core 1 GHz, tiga sumbu
giroskop, tiga sumbu akselerometer, magnetometer dan GPS.
Pada Project Google Glass juga
terdapat prosesor dan RAM yang cukup hebat walaupun tidak dikasih tahu
mengenai spesifikasi prosesor dan RAM tersebut pada acara Google I/O. Selain
itu ada accelerometer, gyroscope, mic, speaker dan kamera. Ternyata yang
sering ditanya orang bagaimana cara mengontrol menu yang tampil di layar agak
sedikit terjawab karena baru di ketahui permukaan di samping layar transparan
(yang berwarna biru, putih, hitam atau warna lain) adalah sebuah touchpad yang
digunakan untuk mengontrol menu lebih mudah selain bisa dilakukan melalui
perintah suara tentunya.
Frame tebal tadi
merupakan touchpad sekaligus bagian utama Google Glass yang menampung
semua komponen utama perangkat ini, termasuk SoC, flash memory 16 GB,
serta kamera 5 megapiksel dengan lensa wide yang menghadap ke arah
depan. Tak ketinggalan speaker bone transducer yang menempel ke bagian
kepala persis di belakang telinga.
Google Glass akan membuat pemakainya
terlihat seperti tokoh-tokoh dalam film fiksi ilmiah futuristis, dengan
perangkat "visor" bertengger di kepala. Layar prisma kecil berperan
sebagai medium interaksi utama dan memajang berbagai macam informasi dalam
antarmuka sederhana.
Suara dari Glass terdengar sangat
jelas, seolah berasal dari dalam kepala karena disalurkan langsung ke tulang di
belakang telinga yang bertanggung jawab soal pendengaran. Karena hal ini pula,
audio Glass hanya bisa didengar oleh pemakainya sendiri.
Kelemahan Google Glass
Sedikit pemberitahun “Google
Project Glass” belum dapat digunakan oleh orang-orang dengan mata minus, namun
Google akan mengembangkan agar kaca mata ini bisa di gunakan oleh orang-orang
dengan mata minus.
Google Glass sudah mulai disediakan
untuk umum yang mampu membayarnya sebesar US$ 1.500 atau Rp 16 jutaan.
Perangkat kacamata pintar ini menawarkan berbagai fungsi menarik namun juga
sebuah bahaya yang bisa mengintai para penggunanya.
Bahaya itu ialah sakit dan rasa
pegal pada matanya. Hal ini dikarenakan Google Glass menggunakan user interface
yang langsung berada di depan mata penggunanya. Akibatnya, sebagian kalangan
meminta perangkat ini dipasangi label peringatan resiko sakit mata untuk
penggunanya.
Jawaban muncul dari seorang dokter
mata Harvard bernama Dr. Eli Peli yang juga dipekerjakan Google untuk
berkonsultasi seputar isu-isu sakit mata yang disebabkan perangkat terkoneksi.
Penggunaan Google Glass
Fakta lainnya adalah posisi layar
transparant kecil ternyata tidak diposisikan selevel dengan mata kita sehingga
tidak perlu kuatir bahwa layar Project Glass akan mengganggu penglihatan
seseorang.
Namun,
bagaimana jika penggunanya ingin beraktivitas sambil tetap memakai perangkat
tersebut?
Perangkat ini memang dirancang
Google untuk melakukan aktivitas-aktivitas sederhana dengan cepat, bukan
hal-hal yang lebih rumit seperti browsing internet.
Lebih lanjut, Brin mengatakan,
Project Glass nantinya akan menjadi sesuatu yang diterima secara luas oleh
masyarakat. "Sekarang memakai kacamata seperti ini memang masih
terlihat aneh. Namun dalam waktu tiga atau empat tahun ke depan, yang
sebaliknya akan berlaku."
Desainer
Project Glass, Isabelle Olsson,
mengatakan, dalam hal interaksi dengan orang lain, Project Glass tidak akan
menghalangi pengguna. "Yang penting, pemakai masih bisa memandang mata
orang lain," ujarnya.
Project Glass, lanjutnya,
dirancang untuk memudahkan pengguna berinteraksi dengan dunia virtual tanpa
mengalihkan perhatian dari dunia nyata. "Jadinya, dekat dengan Anda,
tetapi tidak menghalangi," ujarnya.
Menurut Olsson, dengan bobot yang
lebih ringan dari kebanyakan kacamata hitam, Project Glass bisa dipakai dengan
nyaman oleh pengguna.
Bagaimana jika pengguna memakai
Project Glass sambil mengemudikan kendaraan? Menurut Brin, data penelitian
Google sejauh ini meyimpulkan bahwa perangkat tersebut aman untuk dipakai
ketika mengemudi. Karena menampilkan gambar yang tampak jauh, mata pengemudi
tak mengalami peralihan fokus ketika berpindah dari pandangan di jalan ke
tampilan di Project Glass.
Soal interaksi, input diberikan
lewat dua cara utama. Yang pertama adalah perintah suara dengan cue
"Ok Glass", diikuti komando yang diinginkan. Ketika pengguna
mengucapkan "Ok Glass, take a picture," misalnya, Google Glass akan
menjepret foto. Begitu pula ketika pengguna ingin merekam video atau meminta
panduan arah ke sebuah tempat
Lalu, ada pula cara swiping
dengan menyapu touchpad di bagian kanan frame Google Glass. Satu
kali tapping akan mengaktifkan display, sementara sapuan ke bawah
dan ke atas masing-masing berfungsi untuk mematkan layar dan menjalankan fungsi
navigasi "back". Adapun swiping ke arah kiri dan kanan
digunakan untuk menjelajah menu interface yang tersedia.
Gesture untuk
navigasi ini sengaja dibuat sederhana (atas-bawah-kiri-kanan) agar mudah
digunakan. Di samping itu, ada pula opsi menengokkan kepala ke arah atas untuk
menyalakan layar selama beberapa detik. Ini bisa digunakan untuk melihat jam di
Google Glass dengan cepat.
Sebelum digunakan, Google Glass
harus tersambung terlebih dahulu melalui Bluetooth ke smartphone berbasis
Android atau iOS. Google menyediakan aplikasi bernama MyGlass untuk mempermudah
hal ini. My Glass bisa diunduh di toko aplikasi masing-masing platform.
Tersedia pula sejumlah aplikasi yang
dirancang khusus untuk Google Glass di toko aplikasi Glassware, mencakup
judul-judul populer seperti Facebook dan Twitter.
Fitur-fitur Google Glass
Perangkat ini mengkombinasikan
fungsi dan fitur beragam dalam unit yang sangat kecil. Fungsi kunci Google
Glass adalah layer visual yang membuka kemungkinan baru mengagumkan. Ia
memiliki proyektor mini, yang memproyeksikan layer tersebut melalui prisma semi
transparan yang diarahkan langsung ke retina mata.
Fitur apa
saja yang ditawarkan Google Glass?
Dengan antarmuka yang sangat
sederhana Google Glass menawarkan beberapa fitur. Fitur-fitur yang ditawarkan
oleh Google Glass yaitu:
- Mengambil Foto dan merekam Video : katakan “take a picture” dan kacamata ini langsung otomatis mengambil foto yang Anda inginkan
- Fitur Berbagi ke jejaring sosial: Anda dapat langsung berbagi foto atau video yang Anda ambil ke teman-teman Anda yang ada pada lingkaran Google Plus
- GPS: Anda tidak akan mungkin nyasar dengan dukungan peta dari Google Maps yang akan langsung muncul di hadapan Anda
- Kirim Pesan: Pilih menu pesan dan hanya dengan membacakan pesan yang Anda inginkan, maka kacamata ini akan langsung mengirimkannya ke teman Anda
- Googling atau cari info langsung ke Google: Anda bisa menanyakan apa saja ke Google Glass dan kacamata ini akan otomatis mencari jawabannya di Google.
- Google Translate: Dengan dukungan Google Translate, kacamata ini bisa menjadi penerjemah Anda yang tidak butuh makan dan minum.
- Asisten Pribadi: Google Glass dapat mengingatkan dan menampilkan informasi jadwal yang Anda buat tanpa perlu diminta.
Dilihat dari fitur, wujud serta video yang kami lihat,
bisa ditarik beberapa kesimpulan yaitu:
- Terdapat layar LCD transparan untuk menampilkan informasi
- Google Glass memiliki kamera yang sanggup digunakan untuk memotret dan merekam video.Kamera dengan resolusi 5 megapiksel dengan kemampuan untuk merekam video HD 720p.
- Sisi audio menggunakan teknologi Bone Conduction Transducer.
- Koneksi 3G/4G, mengingat Google Glass perlu terhubung ke Internet untuk lebih optimal dengan mesin pencari Google atau sekedar mengirim pesan singkat (SMS)
- Koneksi lain tersedianya Bluetooth atau WiFi. Ini untuk memungkinkan Google Glass terhubung ke perangkat gadget lain seperti smartphone atau tablet PC.
- Sistem Operasi Android
- GPS - Sensor Gerak, gunanya untuk navigasi seperti melakukan scroll atau memilih menu Anda hanya perlu menggerakkan kepala saja
- Voice Input dan Output. Inilah kecanggihan dari Google Glass. Untuk berkomunikasi dengan Google Glass Anda cukup menggunakan suara karena kacamata ini telah dilengkapi dengan perintah suara dan dapat menjadi asisten pribadi Anda dengan kemampuan voice outputnya.
- SoC (System on Chip) belum diketahui, beberapa sumber menyebutkan menggunakan chipset dari Texas Instruments OMAP4.
- Display dengan resolusi 640 x 360 piksel, diklaim setara dengan layar definisi tinggi berukuran 25 inci yang dilihat dari jarak delapan kaki.
- Memori internal berkapasitas 16GB dengan ruang kosong 12GB.
- Dilengkapi port microUSB.
- Kompatibel dengan Android 4.0.3 atau lebih baru dengan aplikasi My Glass.
- Kapasitas baterai tidak diketahui, diklaim mampu digunakan seharian penuh sekali charge.
Manfaat Google Glass
Tim
mahasiswa Ilmu Komputer UGM mengembangkan metode untuk memudahkan mendapatkan
informasi terkait mitigasi bencana. Aplikasi bernama Quick Disaster yang
berbasis visual dan suara ini bisa menampilkan langkah tahapan antisipasi
terkena bencana dari 9 jenis bencana seperti erupsi gunung berapi, tanah
lonsor, topan tornado, gempa bumi, hujan abu vulkanik, banjir, kebakaran, dan
tsunami. Hanya saja, aplikasi ini hanya bisa diakses lewat perangkat kacamata
Google Glass.
Kepada
wartawan, Daniel Oscar Baskoro, salah satu anggota tim riset, mengatakan
pemilihan Google Glass sebagai perangkat untuk aplikasi Quick Disaster yang
mereka buat ini dikarenakan informasi yang ditampilkan perangkat Google Glass
jauh lebih cepat dan lebih ringkas ketimbang menggunakan perangkat mobile.
“Kita berpikir perangkat digital ini suatu saat akan melekat pada tubuh manusia
seperti halnya nantinya dengan adanya teknologi jam pintar atau gelang pintar,”
kata Daniel. Selain Daniel, aplikasi Quick Disaster ini melibatkan empat orang
mahasiswa lainnya Zamsyari, Bahrunur, Sabrina Anggraini, dan Maulana Rizki.
Seperti
diketahui, Google Glass merupakan kacamata pintar hasil dari produk riset
perusahaan Google yang mampu memproses dan menampilkan informasi laykanya smartphone.
Namun aplikasi yang tengah dikembangkan mahasiswa UGM pada perangkat Google
Glass ini bisa menampilkan informasi secara visual mengenai tahapan solusi
untuk mengantisiapasi dampak bencana. Aplikasi ini menurut Sabrina Anggraini
diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengantisipasi bencana saat kejadian
bencana berlangsung.
Untuk saat
ini aplikasi Quick Disaster masih dalam tahap riset dan pengembangan, pasalnya
terdapat beberapa fitur yang masih perlu disempurnakan. Dalam waktu dekat, kata
Sabrina, aplikasi ini rencananya akan dipresentasikan dalam konferensi
internasional di Eropa dan Amerika.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Google
Glass adalah komputer bisa pakai yang sedang dikembangkan oleh Google melalui proyek riset dan pengembangan Project Glass. Perangkat ini menampilkan informasi dalam format
bergaya telepon pintar, yang bisa terhubung ke Internet melalui
perintah suara bahasa alami.
Saat ini, kacamata yang diproduksi
tidak memiliki lensa terpasang, namun Google sedang mempertimbangkan kemitraan
dengan produsen kacamata seperti Ray-Ban atau Warby Parker, serta dengan para pengecer, agar
konsumen bisa mencoba perangkat sebelum membelinya. Explorer Edition tidak bisa
digunakan oleh orang-orang yang memakai kacamata resep, namun Google telah mengonfirmasi
bahwa mereka akan berupaya agar Glass bisa beroperasi dengan lensa yang sesuai
dengan resep pemakainya.
Google Glass sedang dikembangkan
oleh Google X, yang
sebelumnya juga telah mengembangkan teknologi futuristis lainnya seperti mobil swatantra. Proyek ini diumumkan melalui Google+ oleh kepala
Project Glass, Babak Parviz, seorang teknisi lensa kontak;
Steve Lee, seorang manajer produk dan "spesialis geolokasi"; dan Sebastian Thrun, pengembang Udacity yang juga ikut mengembangkan proyek
mobil swatantra. Google telah mematenkan desain Project Glass. Thad Starner, seorang pakar teknologi realitas tertambah, adalah pemimpin teknis proyek ini.
Saran
Makalah sederhana membutuhkan kritik
dan saran dari pembaca agar terciptanya makalah yang sempurna dan bermanfaat bagi pembacanya.





