Upaya peningkatan status gizi untuk membangun sumber daya manusia yang berkuwalitas pada hakekatnya harus di mulai sendiri mungkin, yakni sejak manusia itu masih berada dalam kandungan(janin).
Oleh karena itu diusia remaja perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan
kesehatan dan status gizi, mengingat remaja merupakan calon orang tua generasi
penerus dan sebagai sumber daya pembangunan yang optimal.
Perempuan remaja yang terpelihara kesehatannya akan menjadi calon ibu yang
sehat memasuki masa perkawinan. Jika kondisi sehat ini dapat dipertahankan
termasuk masa hamil maka saat melahirkan kelak akan menurunkan anak yang sehat
dan tangguh.
Laki-laki remaja yang sehat akan menjadi pemuda yang tegar, yang pada
akhirnya diharapkan menjadi tenaga kerja yang handal dan berkualitas dengan
kinerja yang tinggi. Dissi lain, perilaku gizi yang sudah banyak dijumpai pada
masa remaja. Adanya kecenderungan untuk mengikuti pola dan gaya hidup modern
membuat remaja lebih menyukai makan diluar rumah bersama kelompoknya.
Perempuan remaja sering mempraktekan diet dengan cara yang kurang benar
seperti membatasi dan mengurangi frekuensi makan untuk mencegah kegemukan.
Akibat dari perilaku yang kurang tepat ini tumbuhlah masalah gizi pada remaja,
seperti terlalu kurus, anemia gizi besi dan kekurangan kalsium, oleh karena itu
kelompok remaja perlu mendapatkan pembekalan dalam berperilaku gizi yang baik
dan benar melalui penerapan pedoman umum gizi seimbang ( PUGS).
PUGS untuk
remaja ini membuat 9 pesan melalui:
1.
Makanlah aneka ragam makanan
2.
Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energy
3.
Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energy
4.
Batasi konsumsi lemak dan minyak.
5.
Gunakan garam beryodium.
6.
Makanlah makanan sumber zat energy
7.
Biasakan makan pagi
8.
Minumlah air bersih aman dan cukup jumlahnya






No comments:
Post a Comment