![]() |
| Figure 1. ITIL Lifecycle Publication Suite 2011 Edition (OGC) |
Service Strategy (Strategi Layanan) adalah salah
satu publikasi inti IT Infrastructure Library (ITIL) framework yang digunakan
di dalam penerapan IT Service Management (ITSM). Dari judulnya, buku pertama
ITIL ini bertujuan untuk memberikan panduan tentang pentingnya bagi semua
organisasi untuk menyelaraskan strategi bisnis yang didefinisikan dengan baik
dengan strategi ICT yang efektif.
Organisasi yang ingin menerapkan ITSM seharusnya
memikirkan strategi yang dibutuhkan di dalam memberikan layanan untuk pelanggan
seperti menetapkan visi, tujuan, kebijakan, persyaratan dan target untuk tahap
siklus proses dan fungsi yang di dalam buku ITIL berikutnya yaitu Service
Design, Service Transition & Continual Service Improvements.
Dengan semakin banyaknya organisasi-organisasi
yang ingin menerapkan ITSM langsung dengan tools, banyaklah pula kendala yang
diketahui sewaktu implementasi tools. Mengapa? Karena secara sederhana,
strategi akan memutuskan dan membenarkan layanan apa yang akan diberikan kepada
siapa, kapan, dengan cara apa dan dengan biaya berapa – dimana informasi ini
mudah untuk dikatakan, tetapi jauh lebih kompleks untuk dicapai.
![]() |
| Figure 2. Evolution of ITIL Service Strategy processes from version 2, 3 (2007) and until the current version 3 (2011) |
Why it is still underprioritized?
Ketika ITIL pertama kali diperkenalkan pada akhir 1980-an, ITIL
terkonsentrasi pada area operasional seperti yang ada di buku Service
Operations dikarenakan itu adalah fokus utama di waktu tersebut. Meskipun ITIL
secara bertahap sudah berevolusi menjadi siklus, mengapa sampai sekarang di
dalam penerapan ITSM, proses dan fungsi masih dimulai dengan Service Operations
dan tidak dengan Service Strategy?
Manajemen ingin memberikan layanan secepat mungkin
dengan mempunyai fungsi Service Desk yang mengerjakan proses Incident
Management untuk menjadi single-point-of-contact dengan para pelanggan.
Manajemen menginginkan 2 peran utama ITIL tersebut karena setiap organisasi
harus mempunyai cara untuk mengelola insiden production meskipun dengan cara
sederhana seperti mendelegasikan seseorang untuk pergi ke tempat pelanggan dan
memberikan resolusi. Intinya setiap masalah harus bisa diselesaikan secepatnya
untuk mengembalikan operasional bisnis. Dengan inilah, Service Strategy tidak
menjadi prioritas di dalam penerapan ITSM.
Going back to the core delivery
Sebelum diskusi Service Strategy lebih lanjut, ada baiknya untuk review
kembali tujuan dari buku tersebut. Inti dari Service Strategy adalah bagaimana
menyediakan layanan dengan kepuasan tertinggi kepada pelanggan.
Hal ini memerlukan investigasi yang panjang dan
pemahaman tentang pelanggan yang akan kita layani.
![]() |
| Figure 3. ITIL Service Strategy Core Processes (OGC) |
Meskipun organisasi ingin menerapkan peran utama
ITSM seperti Service Desk, ada baiknya untuk juga memulai secara bersama siklus
Service Strategy yang akan menjadi perekat proses dan fungsi ITSM di siklus
lainnya. Sebagai contoh di aktivitas Financial Management, jumlah orang dan
dana adalah yang merekatkan keseluruhan infrastruktur ICT dan organisasi.
Dalam ITIL versi 2011, Service Strategy
berfungsi sebagai panduan untuk semua penyedia layanan ICT di
dalam menentukan:
1) Layanan apa yang akan
diberikan dan ditujukan kepada siapa?
2) Bagaimana mengukur
kinerja pelayanan dan produktivitas?
3) Bagaimana visibilitas
dan kontrol atas “value control” dapat dicapai dengan Service
Strategy?
4) Bagaimana para
stakeholder dan pelanggan melihat “value”, juga
bagaimana “value” ini dapat dibuat?
Figure 4 adalah metode pendefinisian “value” yang
bisa dibuat untuk menyelaraskan apa yang akan kita berikan kepada para
pelanggan dimana mereka hanya bisa merasakan “value” apabila layanan yang
diterima adalah “fit for purpose” dan “fit for use”. Untuk organisasi yang
belum menerapkan Service Strategy, pastinya akan kesulitan di dalam bagaimana
cara memuaskan pelanggan mereka dikarenakan salah satu dari strategi yang ada
di buku pertama ini belum didefinisikan.
![]() |
| Figure 4. Value Creation through Services (OGC) |
Next Action Steps
ITSM seharusnya menjamin layanan ICT yang efisien
dan efektif. Di lain hal, ITIL akan menyediakan kerangka kerja yang konsisten
dan pemahaman bahasa yang sama di dalam meningkatkan ITSM untuk keberhasilan
proses bisnis.
Dengan ini, ada 3 opsi yang bisa dipertimbangkan:
If you are about to Start ITSM:
Rencanakan kerangka kerja ITSM dengan
implementasi strategis proses-proses yang ada di Service Strategy untuk
menangkap hal-hal yang diperlukan di dalam siklus selanjutnya seperti Service
Design, Service Transition & Service Operations beserta rencana perbaikan
di dalam Continual Service Improvement. Mulailah dengan mempertimbangkan adanya
orang-orang yang akan menerapkan ITSM, membuat proses dan prosedurnya, baru
menggunakan tools untuk membantu pengelolaannya.
Penyedia layanan harus ingat bahwa keberhasilan
dari setiap bisnis adalah dari pemahaman yang mendalam tentang harapan
pelanggan dan review secara berkala apa yang bisa diperbaiki karena pelanggan
menginginkan kepuasan atas layanan kepada mereka. Singkatnya, titik
awal untuk ITSM tidak dimulai dengan teknologi, tetapi tujuan
organisasi secara keseluruhan dan kerangka strategis ITSM
adalah dasar untuk melaksanakan tujuan tersebut.
If you have implemented Enterprise
Architecture (EA) and wish to apply ITSM:
Rencanakan kerangka kerja ITIL Service Strategy
sebagai pelengkap EA yang sudah ada dimana terintegrasinya kedua sistem
manajemen tersebut akan menambah nilai untuk bisnis dan di dalam pengelolaan
strategi operasional ICT.
EA menggambarkan sebuah arsitektur sebuah
perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis
dimana keluarannya bisa menjadi inovasi perubahan struktur organisasi,
sentralisasi atau terintegrasinya proses bisnis. Arsitek EA bisa mendapatkan
manfaat dimana layanan pengelolaan ICT sebagai indicator kinerja keselarasan
dengan strategi bisnis.
![]() |
| Figure 5. The Scope of ITIL V3 and TOGAF 8.1.1. on a business continuum |
If you have implemented ITIL V3 processes but still without Service
Strategy:
Rencanakan kerangka kerja ITIL Service Strategy
dengan mendalami celah implementasi proses yang sudah berjalan; dengan pasti,
hasilnya akan merubah beberapa kebijakan dan prosedur di dalam penerapan
proses-proses tersebut serta mengarahkan organisasi untuk berubah pikiran
tentang arti dari pemberian layanan.
Anda belum terlambat jika ingin implementasi
Service Strategy setelah atau siklus yang lain. ITIL Continual Service
Improvement memastikan bahwa organisasi harus berkembang dan secara berkala
review untuk meningkatkan layanan kepada para pelanggan.











No comments:
Post a Comment