Talmud merupakan kitab suci kelompok Zionis-Yahudi di seluruh dunia. Seluruh tindak-tanduk Zionis-Israel mengacu pada ayat-ayat Talmudisme. Bahkan Texe Marrs, investigator independen Amerika yang telah menelusuri garis darah Dinasti Bush selama enam tahun, menemukan bukti bahwa keluarga besar Bush, termasuk Presiden AS George Walker Bush, merupakan sebuah keluarga yang sangat rajin mendaras dan mempelajari Talmud. “Dinasti Bush adalah dinasti Yahudi dan mereka menjadikan Talmud sebagai kitab sucinya. Adalah salah besar menyangka mereka sebagai keluarga Kristiani. Mereka menunggangi kekristenan untuk menipu warga Kristen dunia. Padahal, mereka merupakan keluarga Talmudis yang taat, ” demikian Texe Marrs.
Kitab Talmud adalah
kitab suci yang terpenting bagi kaum Yahudi, bahkan lebih penting daripada
Kitab Taurat. Kitab Talmud bukan saja menjadi sumber dalam penetapan hukum
agama, tetapi juga menjadi ideologi dan prinsip-prinsip, serta arahan bagi
penyusunan kebijakan negara dan pemerintah Yahudi Israel, dan menjadi pandangan
hidup orang Yahudi pada umumnya. Itu pula sebabnya mengapa negara Yahudi Israel
disebut sebagai negara yang rasis, chauvinistik, theokratik, konservatif, dan
sangat dogmatik. Untuk dapat memahami sepak-terjang negara Israel yang tampak
arogan, keras-kepala, tidak kenaI kompromi, orang perlu memahami isi ajaran
Kitab Talmud, yang diyakini oleh orang Yahudi sebagai kitab suci yang
terpenting di antara kitab-kitab suci mereka.
Keimanan orang Yahudi
terhadap Kitab Talmud mengatasi bahkan Kitab Perjanjian Lama, yang juga dikenal
dengan nama Taurat. Bukti tentang hal ini dapat ditemukan dalam Talmud 'Erubin'
2b (edisi Soncino) yang mengingatkan kepada kaum Yahudi, "Wahai anakku,
hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari para Ahli Kitab (Talmud)
daripada ayat-ayat Taurat".
Para pendeta Talmud
mengklaim sebagian dari isi Kitab Talmud merupakan himpunan dari ajaran yang
disampaikan oleh Nabi Musa a.s. secara lisan. Sampai dengan kedatangan Nabi Isa
a.s. Kitab Talmud belum dihimpun secara tertulis seperti bentuknya yang
sekarang. Nabi Isa a.s. mengutuk tradisi 'mishnah' (Talmud awal) termasuk mereka
yang mengajarkannya (para pendeta Yahudi dan kaum Farisi), karena isi Kitab
Talmud seluruhnya menyimpang, bahkan bertentangan dengan Kitab Taurat. Kaum
Kristen, karena ketidak-pahamannya, hingga dewasa ini menyangka Perjanjian Lama
merupakan kitab tertinggi bagi agama Yahudi. Sangkaan itu keliru.
Para pendeta Parisi
mengajarkan, doktrin dan fatwa yang berasal dari para rabbi (pendeta), lebih
tinggi kedudukannya daripada wahyu yang datang dari Tuhan. Talmud mengemukakan
hukum-hukumnya berada di atas Taurat, dan bahkan tidak mendukung isi Taurat.
Seorang peneliti Yahudi, Hyam Maccoby, dalam bukunya 'Judaism on Trial’
mengutip pemyataan Rabbi Yehiel ben Joseph, bahwa "Tanpa Talmud kita tidak
akan mampu memahami ayat-ayat Taurat ... Tuhan telah melimpahkan wewenang ini
kepada mereka yang arif, karena tradisi merupakan suatu kebutuhan yang sama
seperti kitab-kitab wahyu. Para arif itu membuat tafsiran mereka ... dan mereka
yang tidak pernah mempelajari Talmud tidak akan mungkin mampu memahami
Taurat."
Memang ada kelompok di
kalangan kaum Yahudi yang menolak Talmud, dan tetap berpegang teguh kepada
kitab Taurat saja (Perjanjian Lama yang sekarang) Mereka ini disebut golongan
'Karaiyah', kelompok yang sepanjang sejarahnya paling dibenci dan menjadi
korban didzalimi oleh para pendeta Yahudi orthodoks. Kepada tradisi 'mishnah'
itu para pendeta Yahudi menambah sebuah kitab lagi yang mereka sebut 'Gemarah'
(kitab "tafsir" para pendeta).
Tradisi 'mishnah'
(yang kemudian dibukukan) bersama dengan "Gemarah', disebut Talmud. Ada
dua buah versi Kitab Talmud, yaitu 'Talmud Jerusalem' dan 'Talmud Babilonia'.
'Talmud Babilonia' dipandang sebagai kitab yang paling otoritatif1. Beberapa
kutipan yang diangkat dari Kitab Tamud dalam uraian berikut ini merupakan
dokumen aseli yang tidak-terbantahkan, dengan harapan dapat memberikan
pencerahan kepada segenap ummat manusia, termasuk kaum Yahudi, tentang
kesesatan dan rasisme dari ajaran Talmud yang penuh dengan kebencian, yang
menjadi kitab suci baik bagi kaum Yahudi Orthodoks maupun Hasidiyah di seluruh
dunia.
Pelaksanaan ajaran Talmud tentang keunggulan
kaum Yahudi yang dldasarkan pada ajaran kebencian itu telah menyebabkan
penderitaan yang tak terperikan terhadap orang lain sepanjang sejarah ummat
manusia sampai dengan saat ini, khususnya di tanah Palestina. Ajaran itu telah
dijadikan dalih untuk membenarkan pembantaian secara massal penduduk sipil
Arab-Palestina. Kitab Talmud menetapkan bahwa semua orang yang bukan-Yahudi
disebut "goyyim", sama dengan binatang, derajat mereka di bawah
derajat manusia. Ras Yahudi adalah "ummat pilihan", satu-satunya ras
yang mengklaim diri sebagai keturunan langsung dari Nabi Adam a.s. Marilah kita
periksa beberapa ajaran Talmud.
Talmud (Manuskrip Babylonia).
Beberapa Contoh Isi
Ajaran Talmud
Erubin 2b, "Barangsiapa yang tidak taat kepada para rabbi mereka akan
dihukum dengan cara dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di
neraka".
Moed Kattan 17a, "Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan
sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota dimana ia tidak
dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana” Menganiaya seorang Yahudi
Sama Dengan Menghujat Tuhan
Sanhedrin 58b, "Jika seorang kafir menganiaya seorang Yahudi, maka
orang kafir itu harus dibunuh". Dibenarkan Menipu Orang yang Bukan-Yahudi
Sanhedrin 57a, "Seorang Yahudi
tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja baginya". Orang
Yahudi Mempunyai Kedudukan Hukum yang Lebih Tinggi Baba
Kamma 37b, "Jika lembu seorang Yahudi melukai lembu kepunyaan orang
Kanaan, tidak perlu ada ganti rugi; tetapi ,jika lembu orang Kanaan sampai
melukai lembu kepunyaan orang Yahudi maka orang itu harus membayar ganti rugi
sepenuh-penuhnya". Orang Yahudi Boleh Mencuri Barang Milik Bukan-Yahudi
Baba Mezia 24a, "Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik
orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya”. (Ayat ini
ditegaskan kembali di dalam Baba Kamma 113b),
Sanhedrin 57a, "Tuhan tidak akan mengampuni seorang Yahudi 'yang
mengawinkan anak-perempuannya kepada seorang tua, atau memungut menantu bagi
anak-lakinya yang masih bayi, atau mengembalikan barang hilang milik orang
Cuthea (kafir)' …". Orang Yahudi Boleh Merampok atau Membunuh Orang
Non-Yahudi
Sanhedrin 57a, "Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir),
tidak ada hukuman mati, Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh
dimilikinya".
Baba Kamma 37b, "Kaum kafir ada di luar perlindungan hukum, dan Tuhan
membukakan uang mereka kepada Bani Israel". Orang Yahudi Boleh Berdusta
kepada Orang Non-Yahudi
Baba Kamma 113a, "Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu
orang kafir". Yang Bukan-Yahudi adalah Hewan di bawah Derajat Manusia
Yebamoth 98a, "Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan
binatang".
Abodah Zarah 36b, "Anak-perempuan orang kafir sama dengan ‘niddah’
(najis) sejak lahir".
Abodah Zarah 22a - 22b, "Orang kafir lebih senang berhubungan seks
dengan lembu".
Ajaran Gila di dalam Talmud Gittin 69a, "Untuk menyembuhkan tubuh
ambil debu yang berada di bawah bayang-bayang jamban, dicampur dengan madu lalu
dimakan“.
Shabbath 41a, "Hukum yang mengatur keperluan bagaimana kencing dengan
cara yang suci telah ditentukan".
Yebamoth 63a, " ... Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika
ia berada di Sorga".
Yebamoth 63a, "...menjadi petani adalah pekerjaan yang paling hina
".
Sanhedrin 55b, "Seorang Yahudi boleh mengawini anak-perempuan berumur
tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari)".
Sanhedrin 54b, "Seorang Yahudi diperbolehkan bersetubuh dengan
anak-perempuan, asalkan saja anak itu berumur di bawah sembilan tahun".
Kethuboth 11b, "Bilamana seorang dewasa bersetubuh dengan seorang anak
perempuan, tidak ada dosanya".
Yebamoth 59b, "Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor
binatang diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi
yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang
pendeta Yahudi". Abodah
Zarah 17a, "Buktikan bilamana ada pelacur seorangpun di muka bumi ini
yang belum pernah disetubuhi oleh pendeta Talmud Eleazar".
Hagigah 27a, "Nyatakan, bahwa tidak akan ada seorang rabbi pun yang
akan masuk neraka".
Baba Mezia 59b, "Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan
mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui bahwa rabbi itu memenangkan debat
tersebut".
Gittin 70a, "Para rabbi mengajarkan, 'Sekeluarnya seseorang dari
jamban, maka ia tidak boleh bersetubuh sampai menunggu waktu yang sama dengan
menempuh perjalanan sejauh setengah mil, konon iblis yang ada di jamban itu
masih menyertainya selama waktu itu, kalau ia melakukannya juga (bersetubuh),
maka anak-keturunannya akan terkena penyakit ayan".
Gittin 69b, "Untuk menyembuhkan penyakit kelumpuhan campur kotoran
seekor anjing berbulu putih dan campur dengan balsem; tetapi bila memungkinkan
untuk menghindar dari penyakit itu, tidak perlu memakan kotoran anjing itu,
karena hal itu akan membuat anggota tubuh menjadi lemas ".
Pesahim 11a, "Sungguh terlarang bagi anjing, perempuan, atau pohon
kurma, berdiri di antara dua orang laki-laki. Karena musibah khusus akan datang
jika seorang perempuan sedang haid atau duduk-duduk di perempatan jalan ".
Menahoth 43b-44a, "Seorang Yahudi diwajibkan membaca doa berikut ini
setiap hari, 'Aku bersyukur, ya Tuhanku, karena Engkau tidak menjadikan aku
seorang kafir, seorang perempuan, atau seorang budak belian’ ".
Pengakuan Talmud
Abodah Zarah 70a, "Seorang rabbi ditanya, apakah anggur yang dicuri di
Pumbeditha boleh diminum, atau anggur itu sudah dianggap najis, karena
pencurinya adalah orang-orang kafir (seorang bukan-Yahudi bila menyentuh guci
anggur, maka anggur itu dianggap sudah najis). Rabbi itu menjawab, tidak perlu
dipedulikan, anggur itu tetap halal ('kosher') bagi orang Yahudi, karena
mayoritas pencuri yang ada di Pumbeditha, tempat dimana guci-guci anggur itu
dicuri, adalah orang-orang Yahudi". (Kisah ini juga ditemukan di dalam
Kitab Gemara, Rosh Hashanah 25b).
Genosida Dihalalkan oleh Talmud
Perjanjian Kecil, Soferim 15, Kaidah 10, "Inilah kata-kata dari Rabbi
Simeon ben Yohai, 'Tob shebe goyyim harog' ("Bahkan orang kafir yang baik
sekali pun seluruhnya harus dibunuh"). Orang-orang Israeli setiap tahun
mengikuti acara nasional ziarah ke kuburan Simon ben Yohai untuk memberikan
penghormatan kepada rabbi yang telah menganjurkan untuk menghabisi orang-orang
non-Yahudi2.
Di Purim, pada tanggal 25 Februari 1994 seorang perwira angkatan darat
Israel, Baruch Goldstein, seorang Yahudi Orthodoks dari Brooklyn, membantai 40
orang muslim, termasuk anak-anak, tatkala mereka tengah bersujud shalat di
sebuah masjid. Goldstein adalah pengikut mendiang Rabbi Meir Kahane, yang
menyatakan kepada kantor berita CBS News, bahwa ajaran yang dianutnya
mengatakan orang-orang Arab itu tidak lebih daripada anjing, sesuai ajaran
Talmud".3 Ehud Sprinzak, seorang profesor di Universitas Jerusalem
menjelaskan tentang falsafah Kahane dan Goldstein, "Mereka percaya adalah
teiah menjadi iradat Tuhan, bahwa mereka diwajibkan untuk melakukan kekerasan
terhadap 'goyyim', sebuah istilah Yahudi untuk orang-orang non-Yahudi".4
Rabbi Yizak Ginsburg menyatakan, "Kita harus mengakui darah seorang
Yahudi dan darah orang 'goyyim' tidaklah sama".5 Rabbi Jacov Perrin
berkata, "Satu juta nyawa orang Arab tidaklah seimbang dengan sepotong
kelingking orang Yahudi".6
Mereka menentang dan
menolak ajakan Musa AS untuk menyembah Allah SWT dan lebih memilih menyembah
patung sapi betina.
Memang seperti inilah sifat asli bangsa Yahudi yang selalu membangkang dari ajaran tuhan, oleh karena itu pula Allah selalu mengirim utusan berupa nabi-nabi yang banyak jumlahnya kepada Kaum Yahudi, bisa dikatakan nabi-nabi yang kita kenal mayoritas diturunkan untuk kelompok-kelompok itu saja (Yahudi). Musa AS, Yaqub AS, Ishak AS, Yusuf AS, Isa AS, Harun AS, Zakariya AS, Yahya AS dll.
Lebih parahnya lagi, kaum Yahudi ini juga disebut sebagai bangsa pembunuh nabi, Nabi Zakariya dan Yahya dibunuh oleh mereka.
Banyak orang yang salah menyangka bahwa Taurat dan Talmud merupakan kitab yang sama.
Taurat dan Talmud sejatinya adalah dua kitab yang berbeda sama sekali, Taurat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Musa a.s sedangkan Talmud merupakan ciptaan manusia-manusia kaum Zionist Yahudi yang keji.
Memang seperti inilah sifat asli bangsa Yahudi yang selalu membangkang dari ajaran tuhan, oleh karena itu pula Allah selalu mengirim utusan berupa nabi-nabi yang banyak jumlahnya kepada Kaum Yahudi, bisa dikatakan nabi-nabi yang kita kenal mayoritas diturunkan untuk kelompok-kelompok itu saja (Yahudi). Musa AS, Yaqub AS, Ishak AS, Yusuf AS, Isa AS, Harun AS, Zakariya AS, Yahya AS dll.
Lebih parahnya lagi, kaum Yahudi ini juga disebut sebagai bangsa pembunuh nabi, Nabi Zakariya dan Yahya dibunuh oleh mereka.
Banyak orang yang salah menyangka bahwa Taurat dan Talmud merupakan kitab yang sama.
Taurat dan Talmud sejatinya adalah dua kitab yang berbeda sama sekali, Taurat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Musa a.s sedangkan Talmud merupakan ciptaan manusia-manusia kaum Zionist Yahudi yang keji.
Pada dasarnya Talmud sama sekali tidak kita kenal
sebagai salah satu kitab agama samawi (agama langit yang berbasiskan wahyu dari
Allah SWT yaitu : Yahudi Pengikut Nabi MUSA a.s, Kristen dan Islam), namun
kenyataannya zionist Yahudi menganggap talmud sebagai kitab paling suci bagi
mereka.








No comments:
Post a Comment